BEKASI — Prabowo Subianto mengunjungi RSUD Kota Bekasi untuk menjenguk para korban kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Kunjungan tersebut dilakukan pada Selasa pagi (28/04), sebagai bentuk perhatian langsung terhadap para korban yang tengah menjalani perawatan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Presiden tiba sekitar pukul 08.39 WIB. Ia datang bersama Prasetyo Hadi selaku Menteri Sekretaris Negara, serta Teddy Indra Wijaya. Turut hadir pula Tri Adhianto Tjahyono yang mendampingi kunjungan tersebut.
Setibanya di rumah sakit, Presiden langsung memasuki gedung tanpa memberikan keterangan kepada awak media. Hingga saat itu, belum ada pernyataan resmi yang disampaikan terkait kunjungan maupun kondisi korban.
Korban Jiwa dan Luka-luka
Kecelakaan kereta yang terjadi pada Senin (27/04) malam tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa sebanyak tujuh orang dinyatakan meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Selain itu, tercatat 81 penumpang mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Seluruh korban merupakan penumpang KRL yang terdampak langsung dalam kejadian tersebut.
Detik-detik Mencekam di Lokasi Kejadian
Sejumlah rekaman video yang beredar menunjukkan situasi mencekam di area Stasiun Bekasi Timur sesaat setelah kecelakaan terjadi. Peron dipenuhi penumpang, sementara suasana kepanikan tak terhindarkan.
Dalam kondisi darurat tersebut, terlihat aksi solidaritas antarpenumpang. Mereka saling membantu mengevakuasi korban yang terluka, bahkan memberikan pertolongan pertama secara mandiri di lokasi kejadian.
Beberapa penumpang tampak terduduk lemas dan mengalami syok, sementara lainnya mengalami luka, terutama di bagian kepala. Di sisi lain, rangkaian KRL yang terdampak terlihat masih berhenti di peron dengan pintu terbuka, namun dalam kondisi gelap karena aliran listrik terputus.
Kerusakan Parah dan Kepanikan di Dalam Gerbong
Kerusakan serius terlihat pada salah satu rangkaian KRL yang mengalami benturan keras. Gerbong tampak ringsek, sementara di bagian dalam, suasana gelap gulita menyelimuti para penumpang yang masih berada di dalamnya.
Teriakan histeris terdengar di tengah kepanikan, saat sebagian penumpang berusaha mencari jalan keluar dari gerbong yang mengalami gangguan. Situasi tersebut menggambarkan betapa besar dampak dari kecelakaan yang terjadi secara tiba-tiba.
Penanganan Masih Berlangsung
Hingga Selasa pagi, jumlah korban meninggal tercatat tujuh orang, sementara puluhan lainnya masih dalam perawatan. Pihak terkait terus melakukan penanganan terhadap korban, sekaligus memastikan kondisi mereka dapat segera pulih.
Kunjungan Presiden ke RSUD Kota Bekasi menjadi salah satu bentuk respons langsung pemerintah terhadap insiden ini. Selain memberikan perhatian kepada korban, langkah ini juga menunjukkan pentingnya penanganan cepat dan koordinasi dalam situasi darurat.



Komentar