Scroll ke Bawah untuk Melanjutkan!
Filantropi Pendidikan
Beranda » Berita » DMC Dompet Dhuafa Latih 216 Siswa Baru SMPN 110 Jakarta Siaga Gempa Bumi Sejak Pertama Masuk Sekolah

DMC Dompet Dhuafa Latih 216 Siswa Baru SMPN 110 Jakarta Siaga Gempa Bumi Sejak Pertama Masuk Sekolah

Saskara Net. Jakarta – Edukasi kesiapsiagaan bencana menjadi salah satu materi penting dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMP Negeri 110 Jakarta Tahun Pelajaran 2026/2027. Berkolaborasi dengan Ragom Muda Indonesia sebagai mitra pengelola kegiatan, kegiatan ini menghadirkan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa untuk memberikan pembekalan sekaligus memimpin simulasi kesiapsiagaan bencana kepada 216 siswa baru, pada Selasa (14/07/2026) di halaman sekolah, Pertukangan, Jakarta Selatan.

Materi bertajuk Kesiapsiagaan Bencana dipandu oleh Muhammad Syaiban bersama Adi Sumarno dari DMC Dompet Dhuafa. Berbeda dengan penyampaian materi pada umumnya, sesi diawali dengan sebuah pertanyaan sederhana kepada seluruh peserta.

“Menurut kalian, bencana apa saja yang mungkin terjadi di Jakarta?” tanya Syaiban di depan para peserta MPLS.

Pertanyaan tersebut langsung disambut antusias oleh para siswa. Satu per satu tangan terangkat. Beragam jawaban pun bermunculan.

“Banjir.”

MPLS SMPN 110 Jakarta Berlangsung Meriah, 216 Siswa Baru Ikuti Pengalaman Belajar yang Seru dan Bermakna

“Gempa.”

“Angin topan.”

“Kebakaran.”

Materi Siaga Bencana oleh DMC Dompet Dhuafa untuk peserta MPLS SMPN 110 Jakarta.

Muhammad Syaiban mengapresiasi seluruh jawaban tersebut. Menurutnya, semua kemungkinan bencana tersebut memang dapat terjadi sehingga setiap orang perlu memiliki pengetahuan dasar mengenai langkah-langkah penyelamatan diri.

Fokus utama materi kemudian diarahkan pada kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi. Syaiban menjelaskan bahwa gempa merupakan salah satu bencana yang datang secara tiba-tiba, tanpa tanda peringatan, namun berpotensi menimbulkan dampak yang besar apabila masyarakat tidak memahami prosedur penyelamatan diri.

Teknologi Masuk Kelas, Benarkah Belajar Menjadi Lebih Bermakna?

Karena itu, kesiapsiagaan setiap individu menjadi faktor yang sangat menentukan keselamatan saat bencana terjadi.

“Kunci yang paling penting adalah jangan panik dan tetap tenang,” jelas Syaiban di hadapan para siswa.

Ia menambahkan bahwa dalam banyak kejadian, korban bukan semata-mata disebabkan oleh kekuatan gempa, melainkan karena kepanikan saat proses evakuasi.

“Gempanya mungkin tidak terlalu dahsyat, tapi karena semua orang panik, berebut turun tangga, akhirnya justru menimbulkan korban. Padahal kalau dihadapi dengan tenang, turun tangga secara teratur, saling membantu, kemungkinan besar semuanya bisa menyelamatkan diri dengan baik,” tegasnya.

Setelah mendapatkan pembekalan teori, para siswa langsung mengikuti simulasi evakuasi gempa bumi di lingkungan sekolah. Dalam simulasi tersebut, peserta mempraktikkan langkah-langkah penyelamatan diri mulai dari melindungi kepala, mencari tempat aman, hingga melakukan evakuasi menuju titik kumpul sesuai arahan tim DMC Dompet Dhuafa.

Pemerintah Siapkan Skema Dana Pensiun Atlet untuk Menjamin Kesejahteraan di Masa Purnakarier

DMC Dompet Dhuafa menyampaikan arahan praktik simulasi gempa bumi kepada guru-guru SMPN 110 Jakarta.

Menariknya, sebelum simulasi dimulai, Muhammad Syaiban secara khusus mengajak seluruh guru untuk ikut terlibat secara aktif. Menurutnya, ketika bencana benar-benar terjadi, guru merupakan pihak yang memiliki peran penting dalam memimpin proses evakuasi dan memastikan seluruh siswa dapat menyelamatkan diri dengan tertib.

“Kalau nanti terjadi keadaan darurat, guru bukan hanya menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga menjadi pemimpin bagi murid-muridnya. Karena itu, guru juga harus memahami prosedur evakuasi dengan baik,” ujarnya.

Kepala SMP Negeri 110 Jakarta, Iis Ratna Sariningrum, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Disaster Management Center Dompet Dhuafa dan Ragom Muda Indonesia atas terselenggaranya pelatihan tersebut.

Menurutnya, pendidikan kesiapsiagaan bencana merupakan bekal penting yang perlu dimiliki seluruh warga sekolah.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa maupun guru. Kami berharap pelatihan seperti ini dapat terus dilaksanakan, bahkan dikembangkan lebih lanjut khususnya bagi para guru, sehingga kesiapsiagaan bencana benar-benar menjadi budaya di lingkungan sekolah.”

Selama sesi berlangsung, suasana belajar terasa hidup dan penuh antusiasme. Tim DMC Dompet Dhuafa tidak hanya menyampaikan materi secara interaktif, tetapi juga menyisipkan lagu-lagu edukatif, gerakan bersama, permainan, hingga kuis berhadiah yang membuat 216 siswa baru mengikuti setiap tahapan dengan penuh semangat.

Kolaborasi antara SMPN 110 Jakarta, Ragom Muda Indonesia, dan DMC Dompet Dhuafa menunjukkan bahwa edukasi kebencanaan tidak harus berlangsung kaku. Dengan metode yang menyenangkan, pesan-pesan keselamatan justru lebih mudah dipahami dan diingat oleh peserta didik. Bekal inilah yang diharapkan dapat menjadi modal penting bagi generasi muda untuk selalu siap, tangguh, dan sigap menghadapi berbagai potensi bencana di masa depan. (Saskara Net.)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kirim Tulisan

Nama
Tulisan bisa berbentuk berita, opini, cerpen, wawasan, atau lainnya. Hub: 082125382809
Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Arsip

× Advertisement
× Advertisement