Scroll ke Bawah untuk Melanjutkan!
Ekonomi Teknologi
Beranda » Berita » Raksasa Investasi Diam-diam Borong Rp10,9 Triliun Bitcoin

Raksasa Investasi Diam-diam Borong Rp10,9 Triliun Bitcoin

SASKARA.Net – Gelombang akumulasi besar-besaran kembali terjadi di pasar kripto. Sejumlah raksasa manajer investasi global dilaporkan diam-diam memborong Bitcoin (BTC) dengan nilai fantastis mencapai US$630 juta atau setara sekitar Rp10,9 triliun hanya dalam satu hari perdagangan, Jumat (1/5). Data tersebut diungkap oleh Arkham Intelligence dan menjadi sinyal kuat adanya pergeseran sentimen di kalangan investor institusional.

Langkah agresif ini terbilang menarik, mengingat harga Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir cenderung bergerak stagnan tanpa lonjakan signifikan. Namun, di balik pergerakan harga yang relatif datar, para pemain besar justru memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan akumulasi. Kondisi ini kerap dibaca sebagai strategi “buy the dip” terselubung, di mana investor institusi mengoleksi aset saat pasar tidak terlalu bergairah.

Fenomena ini sekaligus mencerminkan pulihnya kepercayaan terhadap aset digital, khususnya Bitcoin, sebagai bagian dari portofolio investasi jangka menengah hingga panjang. Ketika investor ritel masih cenderung menunggu kepastian arah pasar, para institusi justru mulai meningkatkan eksposur mereka secara bertahap namun masif.

Dari deretan nama besar, BlackRock tercatat sebagai pembeli terbesar dengan nilai akumulasi mencapai US$284 juta. Langkah ini semakin menegaskan komitmen manajer aset terbesar dunia tersebut dalam memperkuat posisinya di sektor kripto. Di posisi berikutnya, Fidelity Investments turut menggelontorkan dana sebesar US$213 juta, sementara ARK Invest menyusul dengan pembelian senilai US$88,5 juta.

Tak hanya itu, derasnya arus masuk dana juga tercermin dari pasar exchange-traded fund (ETF) Bitcoin. Dalam periode yang sama, ETF Bitcoin mencatat inflow harian mencapai US$629 juta, berdasarkan data SoSoValue. Lonjakan ini menunjukkan bahwa minat terhadap instrumen investasi berbasis kripto semakin menguat, terutama dari kalangan institusi yang menginginkan eksposur terhadap Bitcoin melalui jalur yang lebih teregulasi.

Fakta di Balik Video Viral UFO Jatuh di Madura Akhirnya Terungkap

Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin pasar kripto akan memasuki fase akumulasi lanjutan yang berpotensi menjadi fondasi bagi kenaikan harga di masa mendatang. Meski demikian, dinamika pasar global, kebijakan moneter, serta sentimen geopolitik tetap menjadi faktor krusial yang akan menentukan arah pergerakan Bitcoin ke depan.

Berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement