Saskara Net. Jakarta – Sebanyak 216 siswa baru SMP Negeri 110 Jakarta mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 yang berlangsung selama 13–17 Juli 2026 di lingkungan sekolah. Selama lima hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai kegiatan edukatif yang dikemas secara interaktif, menyenangkan, sekaligus membangun karakter sesuai semangat MPLS RAMAH yang diusung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kegiatan MPLS dilaksanakan melalui dua metode pembelajaran, yaitu seminar klasikal di aula dan aktivitas praktik di lapangan. Kombinasi tersebut membuat para siswa tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga merasakan pengalaman belajar yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan.
Seluruh rangkaian kegiatan dikemas melalui kolaborasi antara SMPN 110 Jakarta dan Ragom Muda Indonesia sebagai mitra pengelola kegiatan. Bersama tim kesiswaan sekolah, Ragom Muda Indonesia menyusun konsep kegiatan berdasarkan petunjuk teknis resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, mulai dari rangkaian materi, asesmen awal peserta didik, hingga aktivitas penguatan karakter dan pengembangan potensi siswa.

Kegiatan MPLS SMPN 110 Jakarta
Direktur Ragom Muda Indonesia, Nurbaiti, mengatakan bahwa pihaknya memiliki komitmen untuk menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya informatif, tetapi juga menyenangkan bagi peserta didik. Menurutnya, pendekatan pembelajaran yang kreatif dan interaktif akan membuat siswa lebih mudah memahami materi sekaligus menikmati proses belajarnya.
“Kami meuakini bahwa kegiatan pembelajaran dan pendidikan harus menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi setiap peserta didik. Materi yang baik akan jauh lebih mudah diterima dan diingat ketika disampaikan dengan cara yang kreatif, interaktif, dan penuh kegembiraan. Karena itu, kami selalu berupaya mengemas setiap sesi pelatihan maupun kegiatan pendidikan agar peserta aktif terlibat, berani bertanya, dan pulang membawa pengalaman yang berkesan, bukan sekadar menerima materi,” ujar Nurbaiti.
Ia menambahkan, konsep tersebut menjadi landasan Ragom Muda Indonesia dalam mendampingi berbagai sekolah di Indonesia, termasuk pada pelaksanaan MPLS SMPN 110 Jakarta. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar selaras dengan semangat MPLS RAMAH, yakni menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, membangun karakter, serta memberikan kesan pertama yang positif bagi seluruh murid baru.
Selama lima hari, siswa memperoleh berbagai materi penting yang dibawakan oleh narasumber dari beragam latar belakang profesi. Hari pertama diawali dengan materi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang disampaikan oleh Izzul Fadhil Ihsani, S.Sos, pegiat pendidikan anak sekaligus konsultan pendidikan di Nurul Fikri. Materi ini mengajak siswa membangun kebiasaan positif sejak awal memasuki jenjang SMP.

Materi Kebencanaan oleh tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa

Materi Seni Kriya: Pengelolaan Sampah dan Barang Bekas oleh Hadid Aulia, S.Sos
Pada hari kedua, peserta mengikuti sesi Ruang Perjumpaan Murid Baru bersama Syifa Sakinah Nurmeisya, konselor di SHINE Consulting, yang mengajak siswa saling mengenal, berbagi harapan, mengelola kecemasan, serta membangun rasa percaya diri di lingkungan baru. Melalui pendekatan yang hangat dan partisipatif, para siswa didorong untuk menyampaikan harapan maupun kekhawatiran mereka selama memasuki jenjang pendidikan baru. Di hari yang sama, Tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa yang dipimpin Muhammad Syaiban memberikan materi Kesiapsiagaan Bencana, dilengkapi simulasi penanganan situasi darurat sehingga siswa memahami langkah-langkah mitigasi sejak dini.
Hari ketiga diisi dengan materi Literasi Digital oleh Riza Muthohar, M.I.Kom, pegiat literasi digital yang aktif dalam kampanye literasi digital bersama Kementerian Komunikasi dan Digital RI. Melalui pemutaran film, diskusi, serta kampanye 3S (Screen Time, Screen Zone, dan Screen Break), siswa diajak memahami penggunaan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Setelah itu, Ahmad Zainuri, S.Sn menyampaikan materi Pencegahan Isu NAPZA, mengajak peserta mengenali bahaya narkotika, psikotropika, dan zat adiktif sejak usia remaja.

Kegiatan senam ceria pada rangkaian MPLS SMPN 110 Jakarta.
Memasuki hari keempat, siswa kembali belajar bersama Syifa Sakinah Nurmeisya, konselor SHINE Consulting, melalui materi “Sahabat Hebat: Dengar, Peduli, dan Hargai.” Materi tersebut membekali peserta didik dengan kemampuan mendengarkan secara empatik, mengenali tanda-tanda teman yang sedang mengalami kesulitan, serta menumbuhkan budaya saling peduli dan menghargai di lingkungan sekolah. Selanjutnya, Endang Retna Ningsih, M.Pd memperkenalkan kurikulum sekolah dan strategi belajar efektif, sedangkan Purwanto, S.Pd menjelaskan budaya sekolah berbasis kekhasan SMPN 110 Jakarta serta mengajak siswa menjaga lingkungan melalui aksi nyata.
Rangkaian MPLS ditutup pada hari kelima melalui kegiatan Unjuk Karya Pengelolaan Barang Bekas bersama Hadid Aulia, S.Sos, pendiri AKASIA ART: Recycling Paper Art. Siswa menampilkan kreativitas sekaligus belajar mengenai kepedulian terhadap lingkungan melalui pengelolaan barang bekas menjadi karya bernilai. Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler sekolah sebagai bekal untuk mengembangkan minat dan bakat selama menempuh pendidikan di SMPN 110 Jakarta.

Pembagian hadiah bagi peserta dan kelompom terbaik, diberikan oleh Kepsek Iis Ratna Sariningrum, S.Pd., M.M.
Kepala SMP Negeri 110 Jakarta, Iis Ratna Sariningrum, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya MPLS yang berlangsung tertib, hangat, dan penuh semangat.
“Kami bersyukur seluruh rangkaian MPLS berjalan dengan lancar dan memberikan pengalaman yang positif bagi seluruh peserta didik baru. Kolaborasi dengan Ragom Muda Indonesia menghadirkan suasana belajar yang lebih hidup, interaktif, dan sesuai dengan semangat MPLS RAMAH. Kami berharap seluruh siswa dapat memulai perjalanan belajar di SMPN 110 Jakarta dengan rasa percaya diri, nyaman, dan memiliki karakter yang baik,” ujar Iis Ratna Sariningrum.
Suasana menyenangkan juga dirasakan oleh para peserta. Azmi, salah satu siswa baru, mengaku awalnya merasa gugup memasuki sekolah baru. Namun setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, ia justru merasa lebih percaya diri.
“Awalnya saya deg-degan karena belum punya teman. Tapi setelah ikut semua kegiatan, ternyata seru sekali. Kakak-kakak fasilitator dan para pemateri membuat kami berani bertanya, bermain, dan belajar bersama. Jadi rasanya tidak menegangkan sama sekali.”
Hal serupa disampaikan Azizah, yang mengaku sangat menikmati seluruh materi selama MPLS.
“Yang paling saya suka karena acaranya tidak membosankan. Banyak permainan, diskusi, dan praktik langsung. Saya jadi lebih mengenal sekolah, guru-guru, dan teman-teman baru. Sekarang saya semakin semangat belajar di SMPN 110 Jakarta.”
Melalui pendekatan yang interaktif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik, pelaksanaan MPLS SMPN 110 Jakarta tahun ini berhasil meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh siswa baru. Kehadiran Ragom Muda Indonesia sebagai mitra pelaksana turut memperkuat pelaksanaan MPLS yang edukatif, menyenangkan, dan selaras dengan semangat MPLS RAMAH, yaitu menghadirkan masa pengenalan sekolah yang aman, inklusif, bebas perundungan, serta berpusat pada tumbuh kembang peserta didik. (Saskara/MTH)


